1. Bullet ant Glove Satere-Mawe - Amazon, Brazil
Jauh didalam pedalaman hutan Amazon ada sisi menarik dari ritual kedewasaan dari suku Satere-Mawe.
Para pemuda dari suku Satere-Mawe harus memasukkan tangan ke dalam
"sarung tangan" yang terbuat dari anyaman yang penuh dengan semut peluru
(bullet ant) untuk mencapai kedewasaan mereka. Dan hal itu dilakukan
selama kurang lebih 10 menit tanpa boleh berteriak dan dilakukan selama
berulang kali, bahkan bisa mencapai 20 kali.

Semut-semut diletakkan di sarung tangan yang terbuat dari anyaman
tumbuhan, dengan taring sengat mengarah ke dalam. Sebelumnya semut-semut
tersebut telah di berikan cairan yang membuat semut-semut tak sadarkan
diri. Setelah semut-semut tersebut sadar, dimulailah ritual tersebut.
Menurut “schmidt sting pain index” Semut peluru dari amazon terkenal
mempunyai sengat paling menyakitkan di antara semua semut-semut jenis
lain yang ada di seluruh dunia. Kulit akan terasa terbakar apabila
terkena sengatan semut ini dan rasa nyeri sengatan tersebut akan
bertahan selama 24 jam.
2. Land Diving Vanuatu, negara kepulauan pasifik selatan
Bungee
jumping, semua orang pasti sudah mengenal olahraga ekstrem ini, tapi Di
Vanuatu, bungee jumping tersaji lain dari yang biasanya kita jumpai.
Pada musim panen sekitar bulan2 april - mei, diselenggarakan Sebuah
ritual kedewasaan oleh suku Vanuatu di pulau pasifik. Dimana Para pemuda
yang beranjak dewasa diharuskan memanjat konstruksi tiang2 kayu
setinggi 30 meter bahkan lebih, lalu melompat dari atas dengan kecepatan
jatuh kurang lebih 72km/h.

Yang menahan mereka hanyalah seutas tanaman merambat yang dibuat menjadi
sebuah tali tambang panjang yang hanya di ikat di kedua kakinya. Salah
perhitungan berarti nyawa melayang!
Parahnya lagi, dalam ritual ini KEPALA HARUS SETIDAKNYA MENYENTUH TANAH!!!
Ritual ini telah ada setidaknya sejak 15 abad yang lalu, ritual ini
bertujuan untuk persembahan bagi dewa-dewa mereka atas panen yang
melimpah dan juga untuk mempersiapkan para pemuda-pemuda matang menjadi
laki-laki sejati.
3. Bull Jumping Hamar - Ethiopia
pernikahan adalah suatu peristiwa yang sangat didambakan bagi pasangan yang sedang di mabuk cinta.
Bagi suku hamar di ethiopia, dalam ritual melamar calon pengantin
wanita, para pria di wajibkan mengikuti syarat tertentu kepada calon
mempelai pria. Yaitu para pria diharuskan melompati kerbau-kerbau yang
sedang bergerak dalam keadaan tanpa busana.

Empat kerbau harus dilompati dan kemudian kembali lagi ke kerbau
pertama, barulah setelah itu si ayah mertua merestui pernikahan mereka.
4. Mardudjara circumcision - aborigin Australia
Sunat!, Sobat Uniqer's disini pasti ada yang pernah merasakan di sunat, orang-orang tua bilang rasanya mirip digigit semut (bohong nih...hehehe).
Ritual sunat bagi suku Mardudjara agak sedikit berbeda dari biasanya.
Ketika para pemuda suku Mardudjara sudah mendekati umur dewasa, para
pemuda tersebut di haruskan bersunat, yaitu sekitar umur 15 - 16 tahun.

Dalam ritual sunat ini sang pemuda ditelentangkan di dekat api unggun,
kemudian dada si pemuda tersebut di duduki oleh kepala suku dengan
menghadap ke arah kemaluan si pemuda tersebut. Kemudian kulit anunya di
potong dengan menggunakan pisau yang sudah dijampi-jampi.
Tapi Proses ritual tidak berhenti sampai disini. Setelah proses
pemotongan tersebut selesai si kepala suku memerintahkan si pemuda untuk
membuka mulut, dan kemudian si pemuda di haruskan menelan kulit anu nya
sendiri tanpa harus dikunyah.
5. Maasai warrior – Kenya, Tanzania
Para
pemuda suku Maasai Kenya dan Tanzania memiliki serangkaian Ritual
peralihan yang membawa anak laki-laki menuju kedewasaan. sekitar umur 10
atau 15 tahun yang akan dijadikan prajurit2 yang baru.
Malam sebelum upacara, setiap anak laki-laki tersebut akan dibawa tidur
di hutan dan kembali pada waktu fajar. Setelah kembali ke perkampungan,
Mereka di haruskan minum susu yang di campur dengan darah sapi dan
kemudian di sunat.

Setelah disunat, semua suku Maasai akan menganggap dia seorang pria, pahlawan, dan pelindung dari desanya.
Sumber :